BUPATI DAN WAKIL BUPATI MENINJAU TEMPAT KEGANASAN PKI

Bupati Madiun dan Wakil Bupati Madiun mendatangi Desa Kresek untuk melaksanakan seminar tentang Peningkatan Kesadaran Masyarakat Akan Nilai-nilai Luhur Budaya Bangsa, Jum’at 23-11-2018.

Pada acara ini juga di hadiri forkopimda, Ka. OPD se-Kabupaten Madiun, camat wungu dan kepala desa se-kecamatan wungu serta masyarakat desa wungu.

Pada laporan Ka. Kesbangpoldagri menyampaikan bahwa acara ini guna untuk menambah kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa.
Dasar dari pada pelaksanaan kegiatan ini adalah kegiatan rutin dari Kabupaten Madiun tahun 2018. Dari kata nilai-nilai Luhur budaya bangsa kita harus menghargai jasa para pahlawan ideologi yang terjadi di Desa ini. Harapan dari acara Seminar ini tentunya nanti ada tindak lanjut untuk bagaimana kita menghargai jasa dari pada pahlawan ideologi yang juga membawa nama baik dari pada Kabupaten Madiun.

Kegiatan ini juga hadirkan narasumber untuk menyampampaikan testimoni dan menceritakan kembali cerita mengenai keganasan PKI pada saat itu, yaitu :
1. Bpk.KH. Abdul Halim yaitu berasal dari keluarga korban keganasan PKI
2. Bpk. KH. Muksinun saksi mata penggalian kembali 1994 untuk mengangkat jenasah korban PKI
3. Bpk. KH. Mahfud Penggali jasad korban PKI
4. Bpk. Suwanto Paimun penemu titik pertama jasad pahlawan ideologi dibantai dan dikubur
5. Bpk. Sumaryono putra dari saksi hidup korban keganasan PKI

Bupati Madiun saat sambutan menyampaikan bahwa, kegiatan ini maksud dan tujuannya agar langsung sampai pada sasaran. Generasi sekarang tidak boleh lupa pada sejarah, pun sejarah juga tidak boleh dirubah/dibelokkan, terangnya. Kita memiliki tugas dan kewajiban yang sama dalam rangka mencabut stigma negatif yang terdapat di Kabupaten Madiun yang konon katanya Madiun tempatnya PKI.

Kabupaten Madiun pun juga sangat tidak sepakat dengan perbuatan yang menentang NKRI tersebut. Dan dengan acara hari ini akan kita tambah satu bukti otentik bahwa kita pun korban dalam peristiwa di kresek. Pesan dari acara ini semoga sampai pada masyarakat luas dan mampu merubah menjadi stigma yang lebih baik, terangnya.

Setelah acara sarasehan Bupati dan wakil Bupati beserta rombongan melakukan peninjauan ketempat keganasan PKI di sekitar wilayah Monumen Kresek, seperti lubang sudo  (peninggalan keganasan PKI tahun 1948).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *