KEGIATAAN BST TAHUN 2018 DI DS. NGEPEH KEC. SARADAN

Home / BERITA DAERAH / KEGIATAAN BST TAHUN 2018 DI DS. NGEPEH KEC. SARADAN
Rabu, 11/4/2018 Pemerintah Kabupaten Madiun dengan dipimpin langsung oleh Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial Terpadu (BST)  bertempat di Ds. NGEPEH Kec. SARADAN. Hadir pada kesempatan ini Wakil Bupati Madiun, Ketua DPRD kabupaten Madiun, anggota Forkopimda Kab. Madiun atau yang mewakili, kepala Bank Jatim cabang madiun, kepala BNI cabang madiun, kepala BPJS kesehatan, kepala BUMD kabupaten  madiun dan kepala OPD Pemerintah kabupaten Madiun.
Mengawali kegiatan sarasehan Kepala Desa ngepeh mengucapkan selamat datang kepada Bapak Bupati berserta rombongan dan berterimakasih telah mengadakan acara kegiatan Bhakti Sosial Terpadu di Desa Ngepeh, pada sambutan Kepala Desa, beliau memiliki cita-cita untuk menjadikan desa ngepeh menjadi seperti singapura, karena desa ngepehi luas wilayahnya yang kecil dan dekat dengan ibu kota kabupaten madiun, selain itu desa ngepeh memiliki potensi yang besar dan kemungkinan menjadi pusat perdagangan, bisnis dan jasa jadi bisa dikatakan desa ngepeh memiliki cita cita singapuranya kabupaten madiun.
Pada kesempatan sarasehan ini Bupati Madiun juga berkenan menyerahkaan berbagai bantuan yang sudah disiapkan antara lain bantuan paket peralatan sekolah untuk 10 anak SD/MI dan 5 anak SMP/MTs, 50 Paket sembako untuk keluarga kurang beruntung, bantuan pemeliharaan tempat ibadah untuk masjid As-Sholikhin Rp.1.500.000, Bantuan dari BAZ Kab. Madiun berupa peralatan sekolah dan uang saku untuk 10 anak yatim dan yatim piatu, bantuan 1 unit kursi roda dan 1 alat bantu jalan untuk kaum dhuafa, Beasiswa dari Bank jatim Cab. Madiun untuk 10 siswa masing-masing sebesar Rp.200.000-,.
Pada sambutan bupati madiun, menanggapai apa yang dikatan kepala desa ngepeh, desa ngepeh memang yang dulunya desa terpencil sekarang menjadi Desa pinggiran ibu kota kabupaten madiun. Mudah-mudahan kedepan desa ngepeh menjadi jalan lingkar kota caruban yang notabenya pusat pemerintahan. Bupati menghimbau masyarakat desa ngepeh harus siap menghadapi tersebut, karena akan terjadi kompetisi kehidupan antara lain bersaing dalam mencari pendapatan, masyarakat mulai berindividu, gotong royong semakin rendah dan itu merupakan contoh masyarakat di perkotaan sekarang, untuk di kabupaten madiun masyarakatnya jangan seperti itu. Kepala desa harus menghidupkan paguyuban-paguyuban yang melibatkan masyarakat jangan sampai masyarakat tidak kenal dengan tetangganya dan menjadi tidak guyub rukun. Bupati muhtarom melihat bahwa di desa ngepeh juga ada fasilitas untuk pengembangan perumahan, kepada masyarakat khususnya PNS lingkup kabupaten madiun untuk segera berinvestasi di caruban maupun di wilayah sekitar caruban contoh nya di desa ngepeh ini, agar nanti kedepannya lebih dekat rumah sehingga tidak perlu menggunakan angkutan umum / bis yang disediakan pemkab madiun apabila akan berangkat bekerja. Selain itu, kedepan caruban akan menjadi kota perdagangan sehingga akan bayak inverstor-investor yang masuk di caruban dan berpengaruh pada perekonomian masyarakat sekitar, sehingga masyarakat juga harus siap dalam menghadapi itu.
Untuk masalah pendidikan, Bupati H. Muhtarom, S.Sos  menghimbau kepada masyarakat untuk menyekolahkan putra putrinya kejenjang pendidikan yang lebih tinggi minimal berpendidikan sarjana, yaitu dalam rangka meningkat sumber daya manusia. Kalau sumber daya manusianya itu bagus maka nanti akan siap dalam menghadapi tantangan-tantangan kehidupan yang berat dan siap bersaing dengan masyarakat pendatang yang datang di wilayah kabupaten madiun maupun yang ingin merantau di luar wilayah kabupaten madiun. Yang ditakuti sekarang ini dengan perkembangan kota caruban jangan sampai sumber daya manusia kita rendah pendudukan asli caruban dan sekitar kalah dengan penduduk pendatang sehingga malah penduduk asli tersingkirkan maka dari itu kita harus mengantisipasi itu. Di kabupaten madiun sudah ada akademi komunitas yang bekerjasama dengan UNS (Universitas Sebelas Maret), akademi komunitas ini di arahakan kepada sklil jadi nanti setelah kuliah akan bisa langsung bekerja sesuai dengan prodi yang di ambil. Bupati mengambil contoh teknologi informasi, “sekarang jamannya kemajuan teknologi informasi, di pemerintah kabupaten madiun sekarang sudah melakukan e-budgeting, e-planing, e-seskudes jadi kepala desa juga harus mengikuti perkembangan teknologi informasi tersebut”.
Pada masalah pertanian, Bupati mengharapakan  para petani harus berorientasi bisnis dan harus bermenset dari petani tradisional menjadi petani modern, bisa menggunakan teknologi modern dan harus belajar mengolah produk pertaniannya sehingga mendapatkan nilai tambah untuk penghasilannya, para petani juga harus bisa membuat produknya tidak kalah dengan produk-produk industri. Saat ini produk pertanian apabila di sandingkan dengan produk industri tertinggal jauh, maka dari itu petani harus bisa berinovasi, yang dulunya sehabis panen menjual gabah ny langsung ke tengkulak sekarang mencoba menjadikan beras, tepung, roti dll sebagainya sehingga dapat menjadi produk yang benilai tinggi. Selain dari pada itu petani petani harus berinovasi dalam bercocok tanam, seperti bertanam jangan hanya padi saja yang di tanam, bisa seperti lombok, kacang panjang, terong, melon, tomat,dll, karena nanti apabila harga dari hasil tanaman itu mahal petani mendapatkan keuntungan. Dan apabila sudah membuat produk yang di hasilkan para petani membuat kemasan yang bagus agar nanti pembeli tertarik dan laku di keras pasaran.
 Dalam rangka swasembada pangan, Bupati H Muhtarom, S.Sos selalu berkonsisten, pemerintah kabupaten madiun selalu memberikan bantuan-bantuan yang berhubungan dengan teknilogi petanian. Kemudian ada kebijakan/program lain, seperti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang bertujuan mengurangi resiko gagal panen, besarnya Premi per Ha Rp.180.000,-, Premi subsidi Pemerintah 80% Rp.144.000,- , Premi yang dibayar petani 20 % Rp.36.000,- tetapi sudah dibayar oeh CSR JASINDO sehingga petani tidak bayar, Klaim bila terjadi gagal panen mencapai 75% mendapatkaan sebesar Rp.6.000.000,’/Ha.
Selanjutnya bupati memberikan pengarahan tentang kesehatan, bupati muhtarom menghimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga kesehatan, sekarang sepertinya masih musim penghujan tidak menutup kemungkinan terjadinya wabah penyakit seperti demam berdarah, mutaber dan penyakit penyakit lainnya, bupati menghimbau agar menjaga gaya hidup yaitu terutama pola makan, karena dengan pola makan yang tidak terjaga akan menimbulkan penyakit sepetti kolesterol, gula darah, ginjal dll maka dari itu masyarakat harus sesekali mengecek kesehatannya (cek up) untuk mengetahui kondisi badan.
Yang terkahir bupati memberikan pengarahan tentang keamanan, bupati menyinggung masalah keamanan dalam berkendara, karena bayak sekarang putra – putri masyarakat di kabupaten madiun yang belum cukup umur sudah berkendara montor, sebagai orang tua agar menghimbau kepada putra putrinya yang belum memiliki SIM jangan diperbolehkan untuk berkendara montor, selain membahayakan diri sendiri juga membahayakan orang lain. Selain itu warga masyarakat harus melaporkan kepada RT dan RW apabila ada orang pendatang, karena tidak menutup kemungkinan membahayakan bagi masyarakat kita sendiri, maka dari itu tetap berhati-hati dan untuk ketertiban-ketertiban yang lain silahkan untuk di antisipasi dengan baik.
Selain bantuan yang telah disiapkan, pada kesempatan ini Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos juga mengabulkan beberapa permintaan masyarakat yang diusulkan pada saat sarasehan seperti Bantuan rambu rambu lalulintas, bantuan uang 60 juta rupiah untuk pengaspalan jalan , normalisasi saluran pembuangan, bantuan pembangunan saluran irigasi sungai soho, pembangunan drainase sepanjang jalan gajah mada, bantuan rehab irigasi sekunder, bantuan 3 terpal untuk kolan ikan, di bantu bantuan bibit cabe terong dan tomat yang masing masing 250 polibag, bantuan pupuk bogasi 750 kg, bantuan bibit ikan lele 600 ekor dan ikan nila 6000 ekor, dibantu 8 ekor peranakan etawa, 8 liter pastisida organik, 1 unit power thresser, 3 zak pakan ikan, 4 liter pupuk cair organik, 200 batang bibit tanaman jeruk besar, 1 unit APE dalam, 1 paket alat hadroh al-banjari, bantuan 10 juta untuk modal usaha 20 orang UMKM, 1 unit wireless, 1 unit keyboard, pelatihan menjahit dan pelatihan memasak untuk ibu-ibu PKK
Perlu diketahui, bahwa berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam kesempatan ini antara lain Olahraga bersama, Sarasehan, Kunjungan ke keluarga kurang mampu, kerja bhakti pengaspalan jalan, pelayanan kesehatan, pelayanan administrasi (KTP, KK, Akte Kelahiran, SIUP, SIM dll), pemeriksaan kesehatan ternak, Pelatihan pembuatan makanan olahan, pelayanan posyandu, dan kegiatan PKK lainnya.