Bupati Madiun dan Kapolres Madiun resmikan Tempat Parkir di Mapolres Madiun

Polres Madiun kini mereka memiliki tempat parkir roda dua yang cukup representatif yang di beri nama Sanika Satyawada. Tempat parkir bertingkat dua bantuan dari Pemerintah Kabupaten Madiun ini diresmikan oleh Bupati Madiun H. Ahmad Dawami dan Kapolres AKBP Ruruh Wicaksono ditandai penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita, Senin 20/01/2020.

Peresmian tempat parkir berkonstruksi baja ini, selain disaksikan Wakapolres Madiun, Kompol Soehono dan keluarga besar jajaran Mapolres Madiun, juga disaksikan oleh kepala dinas terkait. Mengingat terbatasnya lahan, maka pihak Dinas PU sebagai instansi teknis merancang tempat parkir ini berlantai dua sehingga mampu menampung 100 sepeda motor.
Di hadapan tamu undangan, beberapa anggota Polres Madiun melakukan simulasi memarkir sepeda motor mereka. Dimana lantai dasar untuk Polisi Wanita (Polwan) dan lantai atas untuk Polisi laki-laki (Polki). Dalam kesempatan ini Bupati dan Kapores juga meninjau tempat parkir bertingkat ini.

Kapolres dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kepada Pemkab. Madiun yang telah membantu pembangunan tempat parkir di Mapolres yang dipimpinnya ini. Mengingat bangunan tempat parkir ini cukup representatif, maka dirinya berpesan kepada jajarannya agar menggunakannya dengan baik sekalipun dirinya suatu saat nanti tidak lagi bertugas di Madiun.

Sementara itu, Bupati Madiun mengaku sengaja merancang tempat parkir bertingkat dengan konstruksi baja, karena selain lahannya terbatas tentunya kalau suatu saat lokasi Mapolres pindah, maka tempat parkir ini bisa ikut dipindahkan. Menurutnya, apa yang dilakukan ini merupakan bentuk pelayanan bagi masyarakat.
“Jadi targetnya sama antara Kabupaten dan Polres yakni sama-sama memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Dan kunci dari pelayanan adalah share (berbagi), care (peduli/peka) dan love (kasih sayang). Semua ini kami berikan kepada masyarakat,” tandasnya.

Disinggung bantuan pembangunan warung di Mapolres, Bupati Ahmad Dawami terlihat kurang merespon, karena dirinya berkeyaninan hal itu dapat mengusik warung-warung kecil di sekitaran Mapolres. Meski tidak gamblang, Bupati memberi isyarat bahwa mereka (warung di sekitaran Mapolres) perlu dilindungi karena mereka adalah masyarakat kecil yang butuh penghasilan untuk sekedar makan. “Kalau bangun warung, nanti mereka yang di luar sana bisa protes,” terangnya tanpa merinci lebih jauh.
Untuk itu, sebagai pemimpin dirinya ingin meninggalkan yang terbaik bagi daerah dan bermanfaat bagi masyarakatnya. Setelah melakukan peninjauan, Bupati minta kepada Kepala Dinas PU untuk menutup sisi dari tempat parkir agar lebih rapi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *