WABUP MADIUN MEMBUKA SCIANCE CAMP 2019

Selasa, 17 September 2019 Wakil Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto berkenan membuka Sciance Camp 2019 Pemkab. Madiun betempat di Ds. Durenan Kec. Gemarang.

Kepala Dinas Pendidikan Kab. Madiun Sodiq Purnomo melaporkan bahwa kegiatan Sciance Camp Kab. Madiun Tahun 2019 mengambil tema “Kita bangun generasi emas, cerdas berkerakter”.

Kegiatan dilaksanakan mulai Selasa s/d Kamis, 17/19 September 2019 bertempat di Ds . Durenen Kec. Gemarang yg merupakan desa terluar Kab. Madiun yang berbatasan dengan wilayah Kab. Nganjuk.

Dilaporkan pula, bahwa peserta Sciance Camp Tahun 2019 diikuti siswa dari 48 SMP Negeri dan Swasta se Kab. Madiun sebanyak 710 anak. Kegiatan yang diadakan meliputi : Lomba yel yel berkarakter, tenda berkarakter, cerdas cermat, melukis, sarasehan. Senam, fun game, bagi sembako, penanaman pohon, Penampilan pentas seni, permainan tradisional seperti gobak sodor yang penuh dengan kearifan lokal, dan kerjabhakti kebersihan lingkungan sebelum pulang.

Wabup. Madiun H. Hari Wuryanto dalam sambutannya antara lain mengatakan, bahwa Undang-undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa “pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab” .

Tujuan tersebut di pertegas dalam program Nawa Cita bahwa pemerintah akan melakukan revolusi mental dalam membangun karakter bangsa dengan melaksanakan penguatan pendidikan karakter pada semua jenjang.

Oleh sebab itu, Wabup. H. Hari Wuryanto berharap semua pihak yang terlibat dalam pendidikan mesti menyiapkan karakter generasi emas yang mampu bersaing di zamannya. Sebagai Indikatornya adalah anak-anak bangsa yang haus ilmu pengetahuan, terampil mengoptimalkan potensi diri di bidang yang ditekuni, dan memiliki akhlak mulia dalam menjalani kehidupan.

Siswa tak cukup hanya berbekal ilmu pengetahuan untuk menghadapi kerasnya persaingan global, tetapi juga harus dibekali dengan pendidikan karakter yang terpadu dalam setiap aktivitas, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun di luar kegiatan pembelajaran. Dengan demikian diharapkan mereka mempunyai modal hebat dari segi kecerdasan dan keterampilan, serta akhlak mulia dalam berbagai aspek kehidupan yang dijalani.

Lebihlanjut Wabup. Madiun menjelaskan, bahwa seseorang dikatakan berkarakter apabila dia mempunyai keyakinan dalam bersikap, dan bertindak. Keyakinan itu termasuk suatu kejujuran dasar, suatu kesetiaan terhadap dirinya sendiri, suatu perasaan spontan bahwa ia mempunyai harga diri. Orang berkarakter tahu apa itu tanggungjawab dan dia akan bersedia mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia bukan orang yang selalu mengikuti arah angin, dia bisa saja fleksibel, bisa tawar menawar, dia juga mau belajar dan berkembang dalam pandangannya, tetapi dia tidak menjual diri, dia tidak dapat dibeli. Dia bertindak menurut apa yang dinilainya tepat, dan penilaiannya berakar dalam keyakinan moral dan etika yang mendasar.

Kalau yang kita harapkan adalah karakter yang kuat, maka generasi kita harus diberi semangat dan didukung agar ia menjadi pemberani, berani mengambil keputusan, berani mengusulkan alternatif, berani mengemukakan pendapat yang berbeda. Dia harus diajak untuk berpikir sendiri, berpikir secara kritis, dan mencoba menilai dalam situasi konflik. Dia harus dipuji kalau mempertahankan sikapnya secara argumentatif. Dia harus didorong untuk mau terbuka, mau belajar, tidak takut belajar hal yang baru, dan tidak puas kdengan cakrawala yang sempit.
Untuk dapat membangun Generasi Emas 2045 dibutuhkan kualitas karakter yang disertai kemampuan dalam aspek Iiterasi dasar dan kompetensi abad 21. Kualitas karakter dibutuhkan agar siswa mampu beradaptasi pada lingkungan yang dinamis.

Dijelaskan pula bahwa terdapat lima nilai karakter utama yang menjadi prioritas pengembangan yaitu religius, nasionalisme, integritas, kemandirian dan gotong royong. Masing-masing nilai saling berinteraksi, berkembang secara dinamis dan membentuk keutuhan pribadi.
Dalam hal aspek literasi dasar, siswa harus mampu menerapkan sebagai ketrampilan dasar sehari hari. Literasi dasar yang dikembangkan adalah literasi bahasa, numerasi, sains, digital (teknologi informasi & komunikasi), finansial, dan budaya.

Sedangkan kompetensi abad 21 merupakan kemampuan yang dimiliki siswa untuk memecahkan masalah kompleks. Kompetensi abad 21 meliputi befikir kritis, kreatifitas, komunkasi dan kolaborasi.

Diharapkan dengan kegiatan semacam ini dapat mendorong munculnya generasi cerdas dan berkarakter yaitu anak-anak bangéa yang cerdas dari segi intelektualitas, unggul“ dan “terampila di bidang keahiiannya, dan memperiihatkan karakter yang kuat dalam kehidupan; semoga melalui kegiatan semacam ini mampu mempercepat terwujudnya visi bersama kita; yaitu mewujudkan kab. Madiun yang aman, mandiri, sejahtera dan ber-akhlak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − eighteen =